SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Para petani di Kampung Priuk, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, penampang air yang menjadi jalur utama untuk menyalurkan air ke irigasi cacing yang jebol akhirnya akan segera diperbaiki.
Pantauan di lokasi, terlihat material untuk perbaikan penampang air sudah tersedia, mulai dari drum, pasir, semen, batu krikil, bambu hingga besi yang akan digunakan untuk membentuk struktur penampang.
Lalu terlihat pula puluhan petani yang tergabung dalam lima kelompok tani yang sedang bergotong royong, bahu membahu membawa material yang akan digunakan untuk memperbaiki penampang air.
Ketua Kelompok Tani Panca Intan 5 Dulsalim mengatakan, para petani di Kampung Priuk, Desa Ragas Masigit sangat bergantung pada penampang air yang saat ini kondisinya jebol. Penampang air tersebut menjadi penghubung untuk mengalirkan air ke irigasi cacing yang kemudian akan mengalirkan ke sawah-sawah petani.
“Ini sumber pengairan utama dari sini. Pokoknya mah yang dari ujung sana kalau ini tidak di perbaiki, mereka nggak akan bisa olah tanah,” katanya saat ditemui di lokasi penampang air yang jebol, Selasa 29 April 2025.
Ia mengatakan, kejadian bermula pada saat bulan Januari, ketika intensitas hujan sangat tinggi. Karena volume air sangat besar dan kencang akhirnya membuat penampang air tersebut jebol.
Sejak ambruknya penampang air, warga kemudian tidak berani mengolah tanah meskipun di bulan Februari mereka sudah mulai panen. Akibatnya 124 hektare lahan pertanian di Desa Ragas Masigit pun gagal tanam hingga saat ini.
“Mudah-mudahan setelah ini diperbaiki petani bisa olah tanamnya secepat mungkin kalau airnya sudah mengalir ke sana. Karena waktunya ini sudah waktu tanam, musim tanam kedua gitu ya. Seharusnya Awal april sudah mulai. Berhubung terkendala air jadi susah,” ujarnya.
Ia mengatakan, produksi padi di Desa Ragas Masigit tergolong sangat tinggi. Tercatat dalam satu hektare lahan, produksinya mencapai 6-7 ton padi. “Sedangkan yang terdampak itu 124 hektare, tinggal dikali saja,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











