SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Musim tanam kedua di Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, tampaknya bakal terganggu. Penyebabnya? Penampang air atau jembatan air yang biasanya mengalirkan air ke saluran irigasi Cacing jebol. Alhasil, seluas 124 hektare lahan pertanian milik warga terancam tidak bisa ditanami.
Menurut Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Yuli Saputra, kerusakan ini sudah terjadi sejak sekitar seminggu yang lalu. Akibatnya, lima kelompok tani kesulitan air untuk mengolah sawah mereka.
“Kalau tidak segera ditangani, lahan seluas 124 hektare itu bisa-bisa tidak bisa ditanami padi untuk musim tanam kedua,” kata Yuli saat dihubungi lewat telepon, Senin, 14 April 2025.
Yuli menjelaskan, kondisi sawah sebenarnya baru selesai panen sekitar dua pekan lalu. Para petani seharusnya sudah mulai mengolah tanah, tapi mereka urung karena air tidak tersedia. Saat ini, air hanya mengalir sampai wilayah awal Ragas Masigit, sedangkan daerah yang terdampak lebih luas, hingga ke Kampung Priuk.
Masalah utama ada pada jebolnya penampang air yang melintasi Sungai Priuk. “Tanpa penampang itu, air tidak bisa menyebrang ke saluran irigasi Cacing yang jadi andalan petani di sana,” jelasnya.
Sebagai solusi sementara, pihaknya berencana memasang drum sebagai talang air darurat agar aliran air bisa tetap menyeberang. “Yang penting air bisa sampai dulu ke seberang, sambil menunggu pembangunan penampang baru,” ujar Yuli.
Ia juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) agar segera menindaklanjuti.
“Kami sudah cek langsung ke lokasi. Tim dari BBWSC3 juga sudah turun. Semoga dalam dua atau tiga hari ini bisa ada aksi nyata, supaya para petani bisa mulai olah tanah lagi,” tambahnya.
Yuli menyebutkan, penampang air yang jebol ini usianya memang sudah tua, dibangun lebih dari 20 tahun lalu. Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak penampang air lain di Kabupaten Serang yang rawan rusak dan sedang diidentifikasi.
“Ini bagian dari langkah menuju swasembada pangan 2027. Kita harus pastikan semua sistem irigasi yang rawan jebol segera diperbaiki,” tutupnya.
Editor: Merwanda











