Sementara itu, menanggapi kecelakaan yang terjadi menimpa warganya, Walikota Serang Syafrudin mengaku kaget mendapat informasi kecelakaan memakan korban sembilan warga Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka. “Saya kaget dapat informasi kecelakaan. Saya atasnama pribadi dan Pemkot Serang turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ujarnya.
Ia mengaku menerima informasi tersebut, saat berada di luar Kota Serang. Sekira pukul 19.00 WIB dirinya baru sampai di Kota Serang. Rencananya, dalam waktu dekat akan takjiah ke rumah duka.
Selain itu, Syafrudin mengatakan, setelah kejadian kecelakaan Pemkot Serang telah terjun dan mengawal proses pemeriksaan sampai dengan pemakaman sembilan jenazah yang merupakan warga RT 010, RW 003, Lingkungan Cibetik, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka.
Kata dia, Pemkot Serang akan memberikan bantuan pada proses pemulasaraan jenazah, dan berkoordinasi dengan Jasa Raharja untjn pemberian santunan pada keluarga korban sebesar Rp50 juta per jenazah.
Tak hanya itu, Syafrudin menginstruksikan Dishub Kota Serang untuk berkoordinasi dengan Kepolisian mengevaluasi operasional Odong-odong di wilayah Kota Serang. “Kami meminta agar Dishub mengevaluasi operasional Odong-odong,” katanya.
“Kemudian, bagi petugas perlintasan Rel Kereta Api di wilayah Kota Serang untuk meningkatkan pengawasan. Terlebih, petugas yang berada dijaga oleh petugas Dishub,” tambah Syafrudin. (den-fdr/air)










