Pasangan suami istri (pasutri) ini pun terlibat keributan. NN yang emosi masuk ke dapur mengambil pisau. Dia memegangi korban dan menikamnya berkali-kali. “Dia (pelaku-red) khilaf, kemudian ambil pisau dapur dan langsung menusuk,” ungkap alumnus Akpol 2002 tersebut.
Ironisnya aksi sadis NN disaksikan langsung oleh anaknya yang masih berusia lima tahun. Sadar istrinya bersimbah darah, NN panik dan berlari keluar rumah meminta pertolongan warga. “Anaknya yang jadi saksi melihat (kejadian penusukan-red). Melaporkannya (NN-red) kepada warga,” kata mantan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Banten tersebut.
Kapolsek Petir Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Irawan mengatakan, saat dievakuasi, pisau dapur masih menancap di punggung korban.
Keributan pasutri ini sudah sering terdengar oleh warga. Sehingga saat mendengar keributan dari rumah korban, warga menggubrisnya. “Sudah sering ribut, sudah biasa (terdengar gaduh oleh tetangga-red),” kata Indra.
Jenazah korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk diautopsi. Sementara pelaku sempat bersembunyi di kediaman kerabatnya di daerah Pamarayan. Namun, NN kemudian menyerahkan diri ke Mapolsek Pamarayan. “Sempat melarikan diri ke Pamarayan, habis itu menyerahkan diri (ke kantor Polsek Pamarayan-red),” kata Indra. (fam/nda)











