Menurut Al Muktabar, teknologi menjadi salah satu keniscayaan dalam transfer knowledge. Teknologi menjadikan pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lebih murah. “Teknologi menjadi salah satu keniscayaan dalam transfer knowledge, pendidikan,” katanya.
Untuk menyosialisasikan pendidikan dengan platform digital, Al Muktabar mendorong para guru mengimplementasikan penggunaan teknologi dalam pendidikan dengan baik dan nyata. “Kita harus sudah berpikir ke sana. Kalau tidak kita bisa tertinggal,” tegasnya.
Masih dikatakan Al Muktabar, bidang pendidikan merupakan salah satu penugasan dirinya sebagai Penjabat Gubernur, sehingga mulai tahun ini sektor pendidikan harus mengarah ke digitalisasi.
“Teknologi tidak bisa dihindari sekarang, kita harus masuk, kita harus memulainya. Ini kehidupan bangsa ke depan, kalau enggak, nanti Banten tertinggal,” tuturnya.
Terkait langkah konkret digitalisasi pendidikan, Al menyebut programnya bisa macam-macam, bisa dekatkan ke sekolah yang berjalan atau buat khusus sekolah terbuka. “Dua setengah tahun kita pandemi Covid-19, pembelajaran online enggak ada masalah, perguruan tinggi nilainya juga bagus-bagus. Artinya ini satu solusi yang teruji coba, bukan loncat berpikir ngarang, bukan,” tegasnya.
Ia mengaku optimis bila Banten bisa sukses melaksanakan program digitalisasi pendidikan, terutama di tingkat SMA/SMK yang menjadi tanggung jawab provinsi dalam pengelolaannya.
“Saya punya survei kecil-kecilan, sekira 60 persen siswa sudah ingin digital, tinggal 40 yang mau datang ke sekolah. Kalau itu sudah bergulir, saya yakin siswa akan menyesuaikan,” tegasnya.










