CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Mandeknya proyek infrastruktur di Kota Cilegon disebut sebagai dampak dari salahnya penempatan pejabat.
Di media sosial, sorotan terhadap pembangunan infrastruktur saat ini sendiri ramai menjadi sorotan dan pembicaraan publik.
Dugaan mandeknya infrastruktur akibat dari salahnya penempatan pejabat atau pegawai yang terjadi di tubuh pemerintah Kota Cilegon disampaikan oleh aktivis sosial Ahmad Yusdi.
“Artinya gini, kalau pendelegasian tugas atau wewenangnya ga jelas arahnya, juga penempatan pejabat tidak didasari kompetensi, ini juga akan berdampak pada mutu pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Yusdi, Rabu (27/7).
Yusdi sendiri selama ini terkenal aktif dalam mengkritisi pemerintah melalui berbagai platform media sosial.
Yusdi mencontohkan, salah satu infrastruktur yang rusak dan tak kunjung diperbaiki adalah Jalan Ciwaduk.
“Konon katanya berkas-berkas dokumennyapun masih dalam tahap persiapan. Padahal rencana pembangunan jalan tersebut kalau gak salah sudah dari tahun-tahun yang lalu. Saya gak tau dimana letak hambatannya,” ujarnya.
Yusdi menilai jika memiliki hambatan, seharusnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menjelaskan hal tersebut kepada publik.











