CILEGON, RADARBANTEN.COID – Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Cilegon memadati Gedung Serba Guna Al-Khairiyah, Senin 26 Mei 2025. Kegiatan tersebut merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
HUT ke-75 IGTKI kali ini dirangkai dengan pelatihan tari yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menstimulasi perkembangan anak usia dini, khususnya dalam aspek motorik kasar.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya berkembang secara kognitif, tapi juga secara fisik. Gerakan tari itu erat kaitannya dengan motorik kasar. Jika motorik kasarnya baik, maka akan berpengaruh pada perkembangan otak anak,” jelas Ketua IGTKI Kota Cilegon Sholatul Hayati.
Acara yang berlangsung semarak itu dihadiri 711 guru dari total 754 guru TK di Kota Cilegon. Sholatul menyebutkan bahwa 625 di antaranya merupakan guru honorer.
“Sebagian besar guru TK di Cilegon adalah honorer. Dari 754 guru, sekitar 80 persennya masih berstatus honorer,” ungkap Sholatul.
Dalam kesempatan itu, Sholatul juga mengungkapkan harapan para guru agar kesejahteraan mereka dapat meningkat. Saat ini, honor yang diterima guru honorer TK Rp775 ribu per bulan, dipotong pajak menjadi Rp675 ribu.
“Harapannya ya sejuta, seperti yang tadi disampaikan di depan Pak Wali. Mudah-mudahan dengan kehadiran beliau hari ini, aspirasi kami bisa ditindaklanjuti,” harapnya.
Dalam paparannya, Wali Kota Cilegon menyampaikan kepada para guru, bahwa usulan peningkatan honor guru PAUD dan TK akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Cilegon. Namun, hal itu perlu disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah.
“Kalau anggaran sudah normal kembali, maka insya Allah akan ditindaklanjuti. Untuk sementara, kami diminta bersabar dulu,” katanya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Sholatul mengapresiasi semangat para guru TK yang terus mendidik dengan penuh kesabaran, kejujuran, dan tawakal.
“Kalau tidak sabar, tidak mungkin bisa mendidik anak-anak TK yang unik dan beragam,” ujarnya.
Di Kota Cilegon saat ini terdapat 131 lembaga TK. IGTKI mendorong agar semua guru memiliki kualifikasi minimal pendidikan S1 agar dapat tersertifikasi sesuai amanat Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005.
Editor: Mastur Huda











