“Kalbe selalu mempertimbangkan keberlanjutan dalam menjalankan operasional perusahaan, terutama dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan yang terkait. Hal ini demi mencapai tujuan inisiatif keberlanjutan Kalbe, yaitu Bersama Sehatkan Bangsa,” ujarnya.
Head of Commmercialization BINA PT Bintang Toedjoe, Lidya Warjaya mengatakan, pihaknya konsen akan kemajuan produksi pertanian jahe merah, dengan target capaian Indonesia bisa menjadi negara dengan produksi merah terbesar di dunia.
Untuk itu melalui program BINA, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada para petani, dan memberikan jaminan kesejahteraan, seperti beasiswa untuk anak-anak petani, juga memberikan harga yang layak untuk setiap jahe hasil panen para petani.
“Kita ingin menjadikan jahe merah ini menjadi suatu icon yang dapat dibanggakan oleh Indonesia, makanya melalui program BINA ini kita akan terus melakukan pemberdayaan kepada para petani juga menjamin pasar mereka,” ujarnya.
Program yang bekerja sama dengan Yayasan Dana Bakti Astra ini berlokasi di Desa Hariang, Sobang, Lebak, Banten. Pertimbangan memilih lokasi lahan jahe merah tersebut, salah satunya karena petani di Lebak berpotensi untuk dibina menghasilkan jahe merah terbaik.
“Di Lebak ini, kami pilih karena petaninya memiliki potensi dan kami ingin memajukan wilayah Baduy. Lokasinya juga cocok. Setelah diuji, kualitasnya juga memenuhi standar,” ungkap Head of Sourcing & Comdev BINA PT Bintang Toedjoe, Daru Wibowo.











