Namun, lagi-lagi karena keterbataan alat yang dimiliki oleh pihak rumah sakit Tanggerang, Egis pun kembali di rujuk ke RSCM di Jakarta,”Hasil dari CT Scan dokter menemukan tumor ganas yang sudah mencapai jaringan otak. Disana, dokter mengaku tidak bisa menanggani karena keterbatasan perlatan, akhirnya anak saya di rujuk ke RSCM,”katanya.
Di RSCM, Egis kembali menjalani berbagai rangkaian tes termasuk CT Scan kembali dan pengujian sampel darah. Hal itu membuat Egis yang berobat menggunakan BPJS kesehatan tidak kunjung mendapatkan penanganan medis.
“Saya sudah 3 bulan, sudah belasan kali bulak balik RSCM, tapi masih saja belum ada hasil. Belum ada penanganan, hanya dikasih obat-obatan pereda nyeri saja, ” timpal Evin Nuriski, kaka kandung Egis.
Kata Evin, bahwa selama ini Egis yang merupakan anak terakhir dari 7 bersaudara ini kondisi nya terus memburuk. Bahkan, ia kehilangan banyak berat badan karena kesulitan untuk makan dan minum. Ia mengakui, selama mengurusi perobatan adiknya itu, pihak keluarga mengalami keterbatasan ekonomi.
“Kita sempat ditawari buat tinggal di rumah singgah di Jakarta, tapi gimana ya. Kalau kita disana, makan kita dari mana sedangkan biaya hidup disana enggak murah,” ungkapnya.
Dirinya pun hanya berharap agar adiknya ini bisa segera mendapatkan pengobatan medis, karena meninggat kondisi Egis yang terus memperparah setiap harinya.
“Adik saya ini sudah tidak bisa sekolah selama 6 bulan, kondisinya juga makin parah. Buat makan aja ga bisa, harus disuapi. Kadang itu juga dimuntahin lagi, jadi saya harap pihak rumah sakit bisa cepat-cepat melakukan penanganan medis kepada adik saya, ” harapnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: A Lutfi











