Sekretaris DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lebak ini mengungkapkan, ketika peristiwa keracunan makanan itu terjadi dan menyebabkan puluhan siswa sakit, pihaknya langsung melakukan monitoring dan pemeriksaan ke lokasi kantin penjual nasi uduk itu.
Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta kepada pemilik kantin untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, juga meminta kepada siswa sekolah untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi makanan.
“Untuk langkah kedepan kita akan melakukan MoU alias kerjasama dengan Korwil Pendidikan setempat melalui program Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Yang mana pada program itu kita akan secara aktif memantau kondisi kesehatan dan kebersihan di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Untuk 21 siswa yang sempat sakit akibat keracunan nasi uduk, kata Yopi, kini para siswa sudah dalam keadaan sehat dan sudah beraktivitas seperti biasanya.
“Alhamdulillah semuanya sudah sehat, sudah bisa sekolah lagi dan bahkan sudah pada lari-larian lagi, cuman tetap kita ingatkan kepada para siswa untuk selalu jaga kebersihan dan kesehatan. Kita juga minta kepada kantin untuk jaga kebersihan dan menutup setiap makanan agar tidak ada lalat yang hinggap di makanan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 21 siswa SMPN 3 Kalanganyar dilaporkan mengalami keracunan hingga menyebabkan mereka pusing, mual, dan muntah-muntah. Mereka pun terpaksa dibawa ke Puskesmas Kalanganyar dan Mandala guna mendapatkan penanganan medis, Rabu (21/8).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, keracunan sendiri diduga disebabkan oleh nasi uduk yang para siswa konsumsi di pagi hari. Nasi uduk itu mereka beli dari penjual yang berada di lingkungan sekolah. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











