PANDEGLANG,RADARBANTEN.COMID – Populasi atau keberadaan Badak Cula Satu di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bertambah. Awalnya jumlah Badak Jawa di lokasi tersebut hanya 76 ekor, sekarang jumlahnya menjadi 77 ekor.
Adanya penambahan satwa dilindungi itu terekam oleh camare trap yang dipasang di Kawasan TNUK pada hari Selasa (20/9) lalu sekira pukul 17.53 WIB.
Humas Balai TNUK Nadri Firmansyah membenarkan adanya penambahan jumlah Badak Jawa. Saat ini, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap bayi Badak Cula Satu yang lahir pada Februari 2022 lalu itu.
“Ya ada penambahan. Informasi yang kami dapat, di bulan Februari lalu ada satu ekor anak badak yang terkam kamera,” katanya, Minggu (25/9).
Andri mengatakan, secara keseluruhan jumlah Badak Cula Satu tinggal 77 ekor di seluruh dunia dan hanya ada di TNUK. Karena, keberadaan Badak Jawa yang sebelumnya ada di India sudah dinyatakan tidak ada dan hanya ada di Indonesia, yakni di TNUK. “Tahun 2021 ada 76 ekor, sekarang nambah satu jadi 77 ekor,” katanya.
Andri menerangkan, 77 ekor bada tersebut berasal dari dua garis keturunan saja, dengan rincian 38 betina dan 39 jantan. Untuk menjaga populasi hewan tersebut, pihaknya terus melakukan berbagai upaya termasuk membangun tempat perlindungan badak. “Kita akan terus jaga dan upayakan agar badak ini tidak punah,” katanya.
Andri mengatakan, anak Badak Cula Satu itu diberi nama Merdekasari oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wamen Alue Dohong pada 17 Agustus lalu. Anak badak itu berasal dari induk bernama Siti dengan Id 027.2011. “Setiap badak yang ada di TNUK sudah terdata dan memiliki nama. Kita akan jaga dan pantau perkembangannya,” katanya.(*)
Reporter : Adib











