PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Asisten Daerah II Perekonomian dan Pembangunan Setda Pandeglang, Nuriah, mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif melindungi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dari ancaman kepunahan.
Kerusakan alam dan perburuan liar mengancam populasi Badak Jawa di habitat satu-satunya, TNUK.
Para pemburu liar mengincar cula badak karena nilai jualnya sangat tinggi. Cula badak dapat mencapai ratusan juta rupiah di tangan pertama, bahkan lebih mahal lagi di tangan kolektor.
Faktor inilah yang mendorong perburuan liar dan mengancam keberadaan Badak Jawa di TNUK.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar turut serta menjaga kelestarian alam dan aktif melakukan pengawasan untuk mencegah tindakan perburuan liar.
Semua pihak harus terlibat untuk melindungi Badak Jawa dari kepunahan karena cula badak menjadi incaran utama.
Nuriah menegaskan pentingnya upaya konservasi Badak Jawa.
“Badak Jawa bercula satu (Rhinoceros sondaicus) adalah salah satu hewan purba yang masih hidup di dunia. Saat ini, satu-satunya tempat mereka berada adalah di Indonesia, khususnya di Taman Nasional Ujung Kulon,” katanya saat memberikan arahan dalam FGD World Rhino Day 2025, di Ruang Oproom Setda Pandeglang, Kamis, 25 September 2025.
Dahulu, Badak Jawa mendiami sebagian besar wilayah Asia Tenggara, dari Assam-India, Myanmar, Thailand, Malaysia, hingga Vietnam, sebelum dinyatakan punah di sana pada tahun 2010.
‘Saat ini, Badak Jawa hanya ada di Indonesia, terutama di TNUK, Kabupaten Pandeglang,’ tegasnya.
Keunikan Badak Jawa terletak pada culanya yang hanya satu, menjadikannya satu-satunya spesies badak bercula satu di dunia.
‘Ini adalah kebanggaan bagi kita karena memiliki spesies badak yang kita konservasi. Statusnya sebagai hewan langka, dilindungi, dan terancam punah menjadikan upaya pelestarian ini sangat penting,’ tambahnya.
Badak Jawa tercantum dalam Apendiks I CITES, yang melarang segala bentuk perdagangan karena populasinya yang sangat terbatas.
‘Kepunahan Badak Jawa akan berdampak besar pada keseimbangan ekosistem,’ jelasnya.
Sebagai herbivora besar, Badak Jawa memegang peranan penting dalam mengontrol vegetasi dan menjaga struktur rantai makanan.
‘Badak Jawa bukan hanya kekayaan hayati Indonesia dan Pandeglang, tetapi juga warisan dunia yang harus kita jaga bersama,’ imbuhnya.
Nuriah menegaskan, kelestarian alam dan pemberantasan perburuan liar adalah kunci utama untuk menyelamatkan Badak Jawa di Ujung Kulon.
Editor: Aas Arbi











