“Saya anak pertama dari enam bersaudara, ayah PNS, di zaman itu PNS sangat mirislah gajinya, maka saya harus bantu bapak cari nafkah.”
Sejak duduk di bangku SD hingga perguruan tinggi, Fahri merupakan siswa berprestasi. Ia tidak pernah mengeluarkan biaya sepeserpun untuk pendidikan, semuanya beasiswa.
Setelah menyelesaikan studi di perguruan tinggi, Fahri bekerja sebagai PNS di Lampung tahun 1993. Namun seiring berjalannya waktu, ia merasa jenuh dan tak berkembang. Kemudian pada 2009 resign dari PNS dan banting setir menjalankan usaha.
Dalam upaya merintis usaha ini, Fahri bertemu dengan keluarga Chinese yang baik dan bijaksana, karena melihat kegigihan dan semangatnya dalam bekerja, mereka menjadikan Fahri sebagai anak angkat.
Dari keluarga Chinese itulah Fahri mulai diajarkan berbisnis, usaha pertamanya ilah showroom mobil dan travel, awalnya merintis namun kini tumbuh menjadi unit bisnis yang besar. Kemudian di tahun 2008 ia mulai mencoba peruntungan di bidang perkebunan singkong, durian, sawit dan lainnya yang juga berkembang pesat di Lampung.
Pada 2014, bisnisnya semakin maju hingga Fahri terus mencoba hal baru dengan membuka usaha peternakan sapi impor dari Australia di Lampung, saat ini, per harinya bisa melahirkan 80 ekor sapi.
“Karena sejak kecil saya terbiasa berjuang, usaha, kerja keras dan konsisten, maka hal itu yang membentuk diri saya menjadi pribadi seperti ini,” ungkapnya.
Ayah dua anak itu saat ini domisili di Karawaci, Tangerang, namun dalam kesehariannya lebih banyak pulang pergi ke Inggris, Belanda, Australia dan negara lainnya untuk mengembangkan bisnisnya.
Reporter: Daru Pamungkas
Editor: M Widodo











