LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 34 siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Bojongleles, Kecamatan Cibadak, harus mengosongkan ruang kelasnya. Mereka pindah ke ruang perpustakaan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
Pindahnya siswa Kelas 5 itu bukan tanpa alasan. Mereka terdampak pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang yang saat ini tengah berlangsung Sesi 3.
Kepala SD Negeri 01 Bojongleles Suheri mengatakan, pindahnya mereka sebab di depan ruang kelas mereka terdapat jalan yang sering dilalui kendaraan proyek jalan tol.
“Ruang kelas itu posisinya pas di sisi jalan. Jadi kalau ada mobil lewat itu ya samping-sampingan. Jalan itu setiap hari dilalui sama kendaraan proyek yang besar, seperti truk yang membawa paku bumi dan material proyek lain. Dan nggak tanggung-tanggung jumlahnya banyak sekali lewatnya, ” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 6 Oktober 2022.
Suheri mengatakan, aktivitas kendaraan proyek itu sangat membahayakan para muridnya. Sebab para murid jika jam istirahat sering bermain di luar ruangan.
Dia khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kendaraan yang terbalik dan menimpa ruangan tempat siswa belajar.
“Selain berbahaya, lalu lalang kendaraan proyek itu sangat mengganggu aktivitas KBM, karena menimbulkan suara bising. Bahkan jika ada mobil yang membawa paku bumi, kadang kerasa getarannya. Jadi siswa dan guru pada nggak nyaman, ” katanya.











