Untuk melanjutkan aktivitas KBM dan memberikan jaminan keamanan bagi para siswa maupun guru yang mengajar, pihak SDN 01 Bojongleles terpaksa mengungsikan 34 siswa ke ruang perpustakaan. Walaupun dinilai tidak layak karena tempatnya sempit, Suheri mengaku tidak punya pilihan lain.
“Para siswa ini pindah di ruang perpustakaan sejak bulan Agustus, awalnya mereka sempat belajar di ruangan selama 3 bulanan. Tapi melihat risiko keamanan dan kenyamanan para siswa, kita terpaksa pindahkan mereka, ” ucapnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, pihaknya sebelumnya dihampiri oleh pihak PT Wika sebagai pelaksana pembangun proyek Tol Serang-Panimbang. Mereka meminta pihaknya memberikan izin untuk menggunakan jalan poros desa itu sebagai jalan untuk lalu lalang kendaraan proyek. PT Wika pun membuat berita acara persetujuan pemakaian lahan untuk akses proyek dengan pihak sekolah.
Dalam berita acara yang dibuat pada 15 Juni 2022 itu tertulis PT Wika yang diwakili oleh Punto Bangun Wicaksono sebagai Manager Kontruksi Jalan Tol Serang-Panimbang, PT Wika dan pihak sekolah yang diwakili Suheri. Adapun isi berita acaranya yakni bidang lahan yang digunakan untuk akses sementara kendaraan proyek berada di tepi jalan lokal sekolah. Pihak kedua yakni Suheri mengizinkan penggunaan jalan itu sebagai akses kendaraan proyek.
Terdapat bangunan terbengkalai yang akan dibongkar atas seizin pihak kedua.
Dalam berita acara itu juga disebutkan adanya biaya kerahiman sebesar Rp 500 ribu yang ditanggung oleh PT Wika untuk sekali pembayaran hingga periode 30 Desember 2022.
Juga disebutkan bahwa pihak pelaksana proyek akan segera melakukan perapihan jalan yang dimaksud akses kendaraan proyek dan pemilik tidak akan menuntut kepada kontraktor proyek Tol Serang-Panimbang baik secara hukum maupun bentuk apa pun terhadap apa yang dikerjakan oleh kontraktor proyek jalan Tol Serang-Panimbang.











