Meski di tengah keterbatasan anggaran, kata Tatu, program prioritas harus terus berjalan.
“Untuk program pendidikan, mulai dari beasiswa siswa SD, SMP, guru PAUD, hingga mahasiswa perguruan tinggi tetap dilaksanakan. Alhamdulillah, tahun ini 12 mahasiswa penerima beasiswa Universitas Indonesia sudah diwisuda,” ujarnya.
Dilihat dari indikator makro pembangunan menurut BPS, , Kabupaten Serang mampu menunjukkan angka yang cukup baik. Angka pengangguran terbuka tahun 2021 sebesar 10,58 persen. Menurun dari sebelumnya tahun 2020 sebesar 12,22 persen dan lebih rendah dari angka pengangguran tahun 2019 sebelum wabah covid sebesar 10,69 persen.
“Angka kemiskinan sebesar 5,49 persen, dan menunjukkan terendah ketiga di Provinsi Banten. Indeks pembangunan manusia atau IPM meningakat setiap tahun. antara lain, sebesar 66,38 poin pada tahun 2019, 66,7 poin tahun 2021, dan 66,82 poin tahun 2021,” ungkap Tatu.
Kemudian prevalensi stunting menurun dari 34,43 persen tahun 2019 menjadi 27.2 persen tahun 2021. Capaian akses air bersih dari 87,08 persen tahun 2020 menjadin 89,26 tahun 2021.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Serang sempat terkoreksi akibat dampak covid-19, dari 5,01 persen tahun 2019, menjadi -1,4 persen tahun 2020. Namun alhamdulillah kembali meningkat sebesar 3,65 persen tahun 2021,” ungkap Tatu.











