Namun Tatu mengakui, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Antara lain, soal penanganan sampah dan pengangguran. Untuk sampah, akan dilakukan program khusus melalui sistem pengelolahan tingkat kecamatan.
“Persoalan pengangguran kami akan tekan melalui program UMKM. Kami juga harus segera menyelesaikan Pusat Pemerintahan Kabupaten Serang, dan akan diperkuat melalui peraturan daerah,” ujarnya.
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengapresiasi keberhasilan dan segala pencapaian pembangunan yang dilakukan Pemkab Serang. Baik program yang dilaksanakan, maupun berdasarkan angka makro pembangunan.
“Soliditas pada jajaran Pemkab Serang saya lihat sungguh sangat luar biasa kompak. Saya cukup bangga Pemkab Serang mempunyai stok kebutuhan pangan yang kuat. Itu menjadi modal dasar kita di tengah kondisi dunia yang sedang mengkhawatirkan akan hal itu,” ujarnya.
Ia menekankan salah satu bentuk kolaborasi yang harus dilakukan secara intensif adalah berkenaan dengan pengentasan kemiskinan ekstrim, stunting dan gizi buruk, kemudian angka pengangguran. “Beberapa hal pokok di atas yang Bapak Presiden tekankan untuk kita terus membersamai pengentasannya,” katanya.
Rektor Untirta Profesor Fatah Sulaeman juga mengapresiasi Pemkab Serang. Menurutnya, Bupati Serang sangat fokus pada program pendidikan, mulai dari pemberiaan beasiswa mahasiswa hingga membantu Untirta dengan hibah lahan dan penyerahan Akper milik Pemkab Serang. “Pertumbuhan laju ekonomi yang kembali positif adalah bentuk nyata hasil pembangunan yang dilaksanakan,” ujarnya.(*)
Editor: Aas Arbi











