DICARI WARGA
Di Kota Serang, warga berduyun-duyun mendatangi toko elektronik untuk mencari mencari STB. Kondisi ini mengakibatkan persediaan kosong.
“Sejak Jumat kemarin. Biasanya hanya satu atau dua saja yang nanya-nanya. Sekarang, bisa sampai 20-an. Tapi, itu juga stok barangnya enggak ada,” ujar Aini, pedagang elektronik di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, Sabtu (5/11).
Aini mengaku, telah menjual puluhan unit STB kepada para pembeli. Bahkan, saat ini masih menunggu kiriman barang STB dari distributor. “Iya, lagi nunggu kiriman. Sekarang saja kosong, banyak yang nanyain,” katanya.
“Biasanya jual Rp200 ribuan, kalau barang baru seperti naik. Karena permintaan barangnya banyak,” tambah Aini.
LEBIH JERNIH
Migrasi TV analog ke TV digital berimbas pada kualitas siaran televisi lokal di Banten. Banten TV kini bisa ditonton lebih jernih.
Diketahui, peralihan Banten TV ke TV digital dilakukan sejak 2022 di gelombang pertama. Hal ini menyusul penetapan batas akhir penghentian siaran TV Analog Switch Off (ASO) pada 2 November 2022 sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Melalui migrasi TV digital, kualitas gambar Banten TV yang dikeluhkan kurang jernih, kini akan teratasi.
“TV digital positif sekali karena teknologinya bagus, masyarakat lebih mudah. Lebih bening, lebih tajam. Tidak ada gangguan lagi,” ujar General Manager Banten TV, Rahmad Hidayat kepada Radar Banten, Minggu (6/11).
Rahmat menjelaskan, penggunaan TV digital sebenarnya relatif lebih mudah. Ada jenis TV yang sudah support atau mendukung penggunaan digital tanpa harus membeli atau menggunakan STB. “Kan televisi itu ada dua. Ada pencarian analog, dan digital. Kalau yang TV-nya sudah support, tak perlu beli alat lagi. Tinggal di-setting, searching-nya digital, udah dapet semua,” katanya.
“Kalau TV-nya yang enggak support, baru harus beli alat STB. Yang jelas, dari awal penerapan peralihan ke TV digital dimulai, (Banten TV-red) kita sudah bersiap,” tambah Rahmad.
Kata dia, ada beberapa cara menghubungkan perangkat antena dengan STB. Seperti, dapat menggunakan antena lama yang digunakan di TV analog, baik model indoor maupun outdoor. “Kalau dulu kan gambarnya burem tergantung antena. Begitu ada angin gambar terganggu. Sekarang teknologinya canggih dan gambarnya bening,” terangnya.











