CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Harga Set Top Box (STB) meroket imbas Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara resmi mematikan TV analog dan bermigrasi ke siaran TV digital. Meski naik hingga dua kali lipat lebih, alat penunjang siaran TV digital itu tetap diburu oleh masyarakat.
Di Cilegon, misalnya. Harga STB di pasaran berkisar di atas Rp300 ribu. Sementara sebelum siaran televisi analog dimatikan harga hanya STB berkisar Rp150 ribuan.
Ardianysah, Warga Kavling, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon mengaku kesulitan menonton siaran televisi karena belum memiliki STB.
“Saya pertama tau TV biasa mati pas kemarin mau nonton bola, kok TV saya jadi biru,” ujarnya, Minggu (6/11).
Menurut Ardi, harga STB sangat membebani masyarakat kalangan bawah. Masyarakat saat ini sudah sulit karena berbagai harga kebutuhan naik.
Seharusnya, lanjut Ardi, pemerintah memberikan bantuan STB terlebih dahulu sebelum mematikan siaran TV analog.
Ardi mengharapkan bantuan atau subsidi perangkat televisi digital dari pemerintah bisa tepat sasaran. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat di Kota Baja yang masih menggunakan TV analog.
“Jadi sekarang kalau mau nonton televisi ya harus beli set top box, sedangkan itu harganya mahal, jelas memberatkan masyarakat. Pemerintah ini harus memberikan solusi,” ujarnya.
Senada diungkapkan Rogayah. Ibu rumah tangga asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon ini mengaku
tidak mendapatkan bantuan STB untuk peralihan TV analog ke TV digital, kendati televisi di rumahnya masih jenis televisi tabung. “Enggak tau, gak ada bantuan tuh, mau beli set top box-nya juga enggak punya uang, mahal,” ujarnya.











