PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Sebanyak puluhan massa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pandeglang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Agama Pandeglang.
Aksi tersebut dipicu atas adanya indikasi dugaan pemotongan bantuan Program KKG (Kelompok Kerja Guru), KKM (Kelompok Kerja Madrasah) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Tahun 2022 oleh oknum Kemenag Kabupaten Pandeglang.
“Kami menerima laporan adanya dugaan pemotongan bantuan program pusat oleh Oknum Kemenag. Untuk itu kami menuntut agar di usut secara tuntas,” kata Koordinator Lapangan aksi unjuk rasa Gempa, Yolan Muzaki dalam orasinya di depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Selasa (6/12).
Menurut Yolan, pihaknya menerima laporan dan advokasi dari Kecamatan Banjar dan Munjul. Disinyalir adanya dugaan pemotongan anggaran program bantuan untuk Kelompok Kerja Guru (KKG), KKM, MGMP tahun 2022.
“Bantuan itu untuk memaksimalkan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) serta kapasitas guru terhadap pengembangan tenaga pendidik. Sesuai tujuan dari program tersebut adalah untuk mendukung komponen operasional dalam pelaksanaan mutu madrasah melalui pengembangan profesi berkelanjutan,” katanya.
Perlu diketahui bahwasannya Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menerima Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari PPK Kementerian agama RI melalui Direktorat Jendral Pendidikan Islam (Dirjen Pendis). Alokasinya bantuan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Termasuk di Kecamatan Banjar dan Munjul.
“Oleh karenanya, ia mendorong agar APH melakukan audit terhadap program bantuan KKG, KKM, MGMP. Serta lakukan reformasi birokrasi Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang H Amin Hidayat mengatakan, bahwa tudingan dari massa Gempa itu tidak benar.
“Kayaknya salah itu laporannya,” katanya.
Senada disampaikan Anggota Pokja KKM Achmad Wahyudin menyatakan bahwa, tudingan dari massa Gempa tidak benar.
“Tidak ada potongan karena memang bantuan itu tidak lewat Kemenag. Baik bantuan ke Pokja KKG, MGMP, maupun KKM itu ditransfer dari pusat ke rekening masing-masing pokja,” katanya.
Wahyudin menegaskan, bahwa bantuan program dari pusat sangatlah bagus. Dalam rangka peningkatan mutu keprofesian berkelanjutan.
“Kalau dulu itu biayanya besar buat KKM kalau hasil uang sendiri. Tapi ini didukung bantuan pusat dan berharap programnya terus berkelanjutan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Ahmad Lutfi










