SERANG – Berdasarkan hasil sensus penduduk BPS tahun 2020, tercatat jumlah penduduk Banten sebanyak 12.251.985 jiwa. Dari jumlah tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat hanya ada 2,6 juta lebih kepala keluarga (KK) di Banten.
Data pendataan keluarga tersebut, diketahui berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2022 yang dilakukan BKKBN, yang hasilnya disampaikan melalui kegiatan Diseminasi Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga tahun 2022 di Provinsi Banten.
“Setelah dilakukan pemutakhiran data keluarga di Banten, tercatat ada 2.658.505 kepala keluarga (KK) dari 12,2 juta lebih jumlah penduduk. Adapun jumlah keluarga di Banten paling banyak berada di Kabupaten Tangerang, dan yang paling sedikit di Kota Cilegon,” kata Plt Kepala BKKBN Provinsi Banten, dr. Nurizky Pemanajati, Selasa (20/12/2022).
Secara terperinci, lanjut Nurizky, jumlah keluarga di Kabupaten Tangerang mencapai 652 ribu lebih kepala keluarga, disusul Kabupaten Serang 425 ribu lebih kepala keluarga, Kota Tangerang 418 ribu lebih kepala keluarga, Kabupaten Lebak 354 ribu lebih kepala keluarga,
Berikutnya Kota Tangerang Selatan 275 ribu lebih kepala keluarga, Kabupaten Pandeglang 267 ribu lebih kepala keluarga, Kota Serang 158 ribu lebih kepala keluarga, dan Kota Cilegon 106 ribu lebih kepala keluarga.
“Total jumlah keluarga di Banten 2,6 juta lebih kepala keluarga, berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2022. Sementara jumlah keluarga Indonesia tercatat lebih dari 70 juta kepala keluarga,” tuturnya
Masih dikatakan Nurizky, hasil pemutakhiran PK tahun 2022, akan menjadi basis data yang pemanfaatannya digunakan untuk kepentingan perencanaan, pengambilan kebijakan, analisis dan intervensi program pembangunan berbasis keluarga, khususnya terkait dengan program penghapusan kemiskinan ekstrem maupun program percepatan penurunan stunting di Banten.
“Khusus program percepatan penurunan stunting, terdapat 1,3 juta keluarga di Banten berisiko stunting sehingga harus menjadi perhatian bersama,” bebernya.
Pada tahun 2021, kata Nurizky, kasus stunting di Banten mencapai 24,5 persen sehingga Banten masuk dalam daftar 12 provinsi dengan kasus stunting tertinggi di Indonesia. Kemudian pemerintah pusat menargetkan tahun 2024 semua provinsi bisa menekan kasus stunting hingga 14 persen.
Reporter: Deni Saprowi
Editor: Aas Arbi











