SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti membina Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka untuk mengembangkan paket wisata berbasis kearifan lokal. Pengelola wisata diberikan materi teori dan praktik soal tata kelola wisata.
Dosen STP Trisakti Arief F Rachman mengatakan, pihaknya mendapatkan hibah insentif Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama bagi Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022 dari Kemendiktiristek Republik Indonesia.
“Program Insentif PKM ini dilaksanakan di Desa Wisata Cikolelet pada November-Desember 2022 dalam tiga tahapan,” kata Arief kepada Radar Banten, Rabu (21/12/2022).
Tahap pertama, kata Arief, dilakukan pada 5-6 Desember 2022 berupa pengenalan program dan materi yang dilakukan untuk sesi teori. Tahap kedua ialah praktik langsung dengan kedatangan wisatawan domestik yang membeli paket wisata Desa Wisata Cikolelet, sehingga menciptakan sebuah fenomena host & guest yang saling memberikan interaksi baik afektif, kognitif, dan psikomotorik yang dilakukan pada 12-13 Desember 2022
“Terdapat kolaborasi antara dosen pengusul dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang tergabung dalam skema Mahasiswa Belajar dan Kampus Mengajar,” jelasnya.
Pihaknya juga akan memberikan materi teori dan praktik tentang pengelolaan homestay, kedai kopi, pertunjukan seni dan budaya, dan pengelolaan produk wisata experiential learning. Selain mendatangkan narasumber, juga dilibatkan komponen masyarakat setempat seperti Pokdarwis, Barista dan Kelompok PKK.
“Kita libatkan semua elemen pariwisata yang berkolaborasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di Desa Wisata Cikolelet, baik itu dalam sesi teori maupun dalam sesi praktik role play,” ungkapnya.
Terkait output kegiatan Insentif PKM Tahun 2022 ini, pihaknya menargetkan akan bertambahnya skill, knowledge, dan attitude sumber daya manusia Desa Wisata Cikolelet dalam pengelolaan pengelolaan homestay, pengelolaan penyajian makanan dan minuman, termasuk kedai kopi, pengelolaan pertunjukan seni dan Budaya, dan pengelolaan produk wisata berbasis experiential learning.
“Sedangkan hasil atau outcome dari kegiatan ini adalah adanya inovasi dan pengembangan produk wisata yang dikelola oleh Pokdarwis sehingga diharapkan dapat meningkatkan tingkat kunjungan paket wisata di Desa Wisata Cikolelet,” ujarnya.
Terakhir, pada tahap tiga dilakukan pengenalan proses bisnis termasuk pemasaran dan tata kelola, dan kinerja SDM yang terlibat dalam pengembangan paket wisata Desa Wisata Cikolelet yang dilakukan pada tanggal 16-19 Desember 2022. “Kegiatan PKM di Desa Wisata Cikolelet dilengkapi dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi pada tanggal 19 Desember 2022,” ucapnya.
Reporter: Daru Pamungkas
Editor: A Rozak











