TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) yang terletak di Tandon Ciater, Serpong sejak pembangunannya terus beralihfungsi.
Kawasan seluas 10 hektare ini awalnya dibangun sebagai pusat pengembangan pertanian, pangan, edukasi dan wisata.
Setelah selesai dibangun pada 2019 lalu dan menelan biaya Rp 45 miliar, separuh lahan KPT justru langsung dijadikan tempat isolasi terpusat Covid-19.
Pemerintah Kota Tangsel kemudian memfungsikan gedung KPT sebagai kamar-kamar isolasi serta membangun tenda-tenda darurat.
Tempat itu kemudian diberi nama Rumah Lawan Covid, dan sejak saat itu Rumah Lawan Covid terus menampung ratusan pasien Covid-19.
Memasuki akhir tahun 2022, seiring menurunnya kasus kasus Covid-19, Rumah Lawan Covid resmi ditutup Pemkot Tangsel.
Penutupan Rumah Lawan Covid ditandai dengan dialihfungsikannya seluruh bangunan itu sebagai Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya mewacanakan kembali KPT sebagai agro wisata (wisata pertanian) dan edukasi wisata bagi masyarakat.
“Jadi lahan ini seluruhnya 10 hektare. Hampir enam hektare kita gunakan sebagai tandon air, dan empat hektare nya kami bentuk KPT. Karena covid saja, ini kemarin digunakan sebagai tempat isolasi terpusat. Setelah ini kita kembalikan fungsinya sebagai agro wisata,” ujar Benyamin, Jumat 23 Desember 2022.

Benyamin mengatakan, pihaknya telah mempunyai master plan dari pembangunan KPT, oleh sebab itu wacana menjadikan KPT sebagai agro wisata tinggal meneruskan saja.
“Dalam KPT itu nanti lengkap, selain wisata, ada edukasi wisata, edukasi peternakan, edukasi pertanian, edukasi perikanan. Tandonnya nanti kita kasih air mancur, kalau malam bagus sekali. Lalu dijadikan pameran tanaman anggrek misalnya, jadi konsepnya nanti kesitu. Nah, selain itu juga bisa memancing hasrat anak muda untuk bertani,” ujarnya.
Selain dijadikan agro wisata, Benyamin juga memastikan KPT juga bisa dipakai oleh masyarakat umum untuk segala keperluan. “Boleh, silahkan. Teman-teman wartawan juga mau mengadakan diskusi publik boleh, silakan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Plt. Dinas Pariwisata Kota Tangsel Ellen Hutabarat menerangkan untuk permulaan, pihaknya akan mengembangkan wisata tanaman buah, keliling menggunakan mobil seperti wisata tanaman buah Mekar Sari, Bogor.
“Itu wisatanya, kalau edukasinya nanti kita jelaskan masyarakat tentang cara bertani,” ujarnya. Menurut Ellen, pihaknya saat ini sedang memikirkan pengolahan lahan untuk dijadikan wisata terlebih dahulu.
“Kami sedang buat paket wisatanya dulu. Semua lahan ini nanti diolah untuk destinasinya. Salah satunya tadi wisata tanaman buah,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya











