PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Neneng Nuraeni membenarkan ada beberapa pelaku pariwisata di Kabupaten Pandeglang tutup pascabencana tsunami 2018 dan pandemi Covid-19.
Pernyataan itu disampaikan Neneng Nuraeni menanggapi Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), Franky Supriadi yang menyampaikan sekira 30 pelaku pariwisata hotel, restoran, dan objek wisata di Carita mengalami gulung tikar pascabencana tsunami 2018 dan pandemi Covid-19.
Menurut Neneng Nuraeni, beberapa pelaku pariwisata tutup karena trauma. “Bagaimana menghadapi tsunami 2018, kemudian Covid 19 selama beberapa tahun. Jadi memang membuat pelaku pariwisata masih trauma dengan covid sehingga ada beberapa yang tutup,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu (24/12).
Neneng turut prihatin atas tutupnya beberapa pelaku pariwisata. Dinas Pariwisata sudah menyusun program untuk menggairahkan kembali pariwisata di Kabupaten Pandeglang.
“Yaitu mengembangkan wisata lain selain pantai. Kita tengah mengembangkan wisata pegunungan,” katanya.
Kata dia, wisata Gunung Karang akan dikembangkan bersama dengan Bank Indonesia.
“Teknisnya bagaimana mengolah menjadi tempat wisata alternatif. Selain mengembangkan wisata Gunung Karang, juga menyusun program bagaimana ada wisata alternatif yaitu wisata minat khusus, yang salah satunya tentang geopark nasional yaitu Geopark Ujung Kulon,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











