Pada kesempatan itu, Ati juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama libur Nataru agar tak terjadi krisis kesehatan saat keramaian. Selain itu, karena masyarakat akan mengunjungi tempat umum selama libur Nataru, maka diimbau untuk menjaga kebersihan.
“Kemudian dari sisi cek kesehatan untuk para pengemudi juga kita persiapkan, agar pengemudi benar-benar dalam kondisi yang fit, sehingga mereka dapat membawa penumpang dengan selamat,” ujarnya. Para pengemudi juga diedukasi agar jangan sampai terjadi keracunan makanan karena biasanya paling banyak itu karena makan sembarangan. “Situasi lingkungan tidak baik itu bisa menyebabkan satu kejadian luar biasa,” tutur Ati.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya menerjunkan petugas promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan. “Untuk masyarakat tentunya, agar masyarakat bisa menikmati libur Nataru baik yang berkunjung ke tempat wisata ataupun yang pulang mudik, ini diharapkan dalam kondisi sehat,” tegas Ati. Apabila sehat, masyarakat dapat menikmati liburan ini bersama keluarga dani bisa membawa kebahagiaan bagi mereka.
Ati juga menyampaikan bahwa Covid-19 sudah terkendali. Meskipun begitu, ia tetap mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan baik walaupun tidak harus membatasi mobilitas. “Namun kita tetap harus antisipasi terutama dengan vaksinasi. Kalau bisa, sebelum Nataru, vaksinasi bagi yang belum vaksinasi baik dosis dua atau tiga, segera lakukan vaksinasi,” teganya. Kemudian selalu menjaga daya tahan tubuh, masyarakat diminta untuk mengonsumsi makanan sehat dan melakukan aktifitas fisik yang baik.
Ia berharap, karena WHO sudah melihat Indonesia sudah terkendali untuk Covid-19, maka bisa ditetapkan sebagai daerah endemik. Meskipun masih ada, tapi sudah layaknya seperti influensa biasa. “Makanya harapan kita dengan WHO sudah menilai bahwa Indonesia mampu mengendalikan Covid-19 dalam waktu dekat, kita sudah mencabut status pandemic dan statusnya menjadi endemis,” ungkapnya.
Hanya saja, lanjut Ati, tidak bisa seluruh daerah menjadi endemis, tetapi di spot tertentu saja yang menjadi endemis. MIsalnya saja di Tangerang Raya karena masih ada beberapa wilayah yang ditemukan kasus Covid-19. *
Reporter : Rostinah
Editor: Aas Arbi











