LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID–Sebanyak 9 rumah warga rusak dan 3 akses jalan di Kabupaten Lebak terputus akibat longsor yang terjadi Kamis 29 Desember 2022.
Bencala alam itu disebabkan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir ini. Informasi yang dihimpun, bencana longsor itu terjadi di 5 kecamatan yakni Muncang, Cileles, Bojongmanik, Cibeber, dan Bayah.
Selain itu, ada juga 3 jalan poros desa yang ambles dan tertimbun longsor yang masing-masing berada di Kecamatan Bayah, Bojongmanik, dan Cileles.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama merinci, longsor yang terjadi di Kecamatan Muncang sekira pukul 01.00 WIB itu telah merusak 2 rumah warga. Saat itu, kondisi cuaca di sana tengah diguyur hujan deras sejak pagi hari.
“Di Cileles, hujan deras sudah menyebabkan longsor yang menimpa dua rumah warga juga mengakibatkan bahu jalan amblas sepanjang sekitar 50 m dan kedalaman sekitar 2 m,” kata Febby kepada radarbanten.co.id.
Di Kecamatan Cibeber, hujan deras telah menyebabkan longsor dua unit rumah milik Endar dan Pendi di Desa Kujangsari. Di Kecamatan Bojongmanik, hujan deras telah menimbulkan pergerakan tanah di Desa Mekarmanik. Dua rumah warga dilaporkan terancam amblas akibat pergerakan tanah itu.
“Pergerakan tanah terjadi sekira pukul 03.00 WIB, sepanjang 150 meter, dengan kedalaman 50-70 cm. Penyebab kejadian tersebut diduga selain dikarenakan tingginya curah hujan di daerah tersebut, lokasi kejadian juga berada di bantaran anak Sungai Ciujung yaitu Kali Cimuli,” katanya.
“Dalam kejadian tersebut tidak ada rumah yang mengalami kerusakan, namun ada 2 rumah yang terancam ambles yaitu milik Sahri (36) dan Arwa (68),” tambahnya.
Terakhir di Kecamatan Bayah, hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan tanah longsor menimpa 1 rumah warga di Kampung Sawah. Hujan itu juga menyebabkan jalan penghubung antara Desa Neglasari dan Desa Bayah Barat ambles. Akibatnya akses jalan kedua desa itu kini terputus.
Lebih jauhnya, Febby mengimbau kepada warga Lebak khususnya di daerah rawan bencana untuk selalu berhati-hati, mengingat cuaca ekstrem seperti saat ini masih akan berlangsung hingga bulan Februari 2023.
“Kita minta warga untuk selalu waspada namun tetap tenang, laporkan jika terjadi bencana ataupun langsung melakukan evakuasi dini,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











