SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menggelar acara launching dua buku karya mahasiswa.
Dua buku yang dilaunching berjudul Mengenal Keberagaman Lembaga Dakwah Islam di Indonesia dan Di Bawah Langit yang Sama.
Kedua buku tersebut merupakan hasil karya mahasiswa yang mengikuti dua Mata Kuliah (MK) berbeda, yakni MK Manajemen Pers Dakwah dan Teknik Menulis Naskah, dengan dosen pengampu Sobirin atau yang memiliki nama pena Ahmad Wayang.
Pada kegiatan tersebut turut hadir Wakil Dekan I Bidang Akademik Umdatul Hasanah, Wakil Dekan II Masykur Wahid, Ketua Prodi KPI Fakultas Dakwah Muhibuddin, dan Fahma Islami, Sekretaris Prodi KPI.
Sobirin mengatakan, selama dirinya menjadi dosen di UIN Banten, ia mempunyai program mendorong mahasiswa agar bisa menulis, kemudian menjadikan tulisan mereka menjadi sebuah buku.
“Ini merupakan tahun kedua saya berhasil mengajak mahasiswa menulis dan menerbitkan buku,” kata Sobirin, Jumat 30 Desember 2022.
Pertama seri buku jurnalistik dakwah: Rajin Shalat, Puasa dan Baca Quran Tapi Allah Tidak Suka yang terbit pada 2021. Selanjutnya ada Antologi Resensi Film-film Hebat yang terbit pada Januari 2022.
“Dan di penghujung tahun ini, Alhamdulillah bisa terbit dua buku lagi dari dua kelas,” ujarnya.
Sobirin melanjutkan, dirinya sangat berterima kasih kepada seluruh dosen yang sudah mendukung acara ini dan para mahasiswa yang sudah kompak dan bekerja keras mewujudkan tulisan-tulisannya menjadi sebuah buku.
Ia berharap, semoga buku ini bukan menjadi karya terakhir teman-teman mahasiswa. Tapi nanti akan ada lagi karya-karya yang baru dari mahasiswa.
“Semoga terbitny dua buku ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya,” ujar penulis buku Antropologi Dakwah: Pemikiran Tokoh Dakwah (Dharma Pena, 2018) ini.
Wadek I Bidang Akademik Umdatul Hasanah mengapresiasi atas terbitnya dua buku tersebut. Ia mengungkapkan, dalam ilmu filsafat ada ungkapan, jika kau berfikir maka kau ada. Dalam konteks sekarang ini, jika kamu menulis, maka kamu ada. Artinya bahwa ketika seseorang rajin menulis, namanya akan tetap ada dan dikenal banyak orang dari karya-karya yang sudah dibuat.
“Sekali lagi selamat kepada mahasiswa yang sudah produktif berbagi pengetahuan, produktif berbagi inspirasi kepada kita semua,” kata Umdatul Hasanah.
Reporter: Haidaroh











