SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Serang terendam banjir. Para petani mengalami kerugian yang cukup besar akibat musibah ini.
Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Serang Anani Syarief mengatakan, ada dua wilayah pertanian yang terdampak banjir yakni Desa Malabar Kecamatan Bandung, dan Desa Binong Kecamatan Pamarayan.
“Total sih sekira puluhan hektare lahan sawah yang kebanjiran,” kata Anani kepada Radar Banten, Minggu 1 Januari 2023.
Dijelaskan Anani, lahan sawah kebanjiran di Desa Malabar Kecamatan Bandung seluas 25 hektare dan di Desa Binong Kecamatan Pamarayan seluas 20 hektare.
“Usia padi baru 20 hari setelah tanam, eh langsung mati karena terendam air,” jelasnya.
Penyebabnya bukan hanya karena faktor cuaca, tetapi disebabkan pula oleh gorong-gorong tanggul Ciujung di Desa Malabar, tepatnya Sipon bagian barat yang mampet, sehingga saluran air kurang lancar dan meluap ke persawahan.
“Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSCCC) dan langsung direspon dengan meninjau langsung ke lokasi,” ujarnya.
Anani berharap, gorong-gorong untuk segera diperbaiki dengan dibukanya saluran air agar banjir di lahan pertanian segera surut.
Diungkapkan Anani, para petani awalnya memprediksi turun hujan di awal Desember 2022, maka langsung menanam padi, tapi hujan tak kunjung turun turun, ternyata hujan lebat di akhir Desember ditambah saluran gorong-gorong mampet.
“Udah mah harga pupuk mahal dan langka, eh kebanjiran lagi, kasian petani ruginya besar,” ungkapnya.
Reporter: Haidaroh
Editor: A Rozak











