LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lebak, segera melakukan verifikasi kerusakan baik infrastruktur maupun permukiman pasca bencana yang melanda daerah yang dipimpinnya, Selasa 3 Januari 2023.
Hujan deras dengan intensitas curah tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Selasa 3 Januari 2023 menyebabkan 1.095 runah di 6 Kecamatan di Kabupaten Lebak terendam banjir.
Selain itu, belasan rumah warga juga rusak akibat pergeseran tanah di Desa Jagabaya Kecamatan Muncang.
Kamis 5 Januari 2023 Iti bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebak ST Hapsari dan Sekda Lebak Budi Santoso, meninjau lokasi jalan ambles akibat pergeseran tanah yang disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi pada tanggal 3 Januari 2023 lalu, jalan tersebut berada di ruas jalan Rangkasbitung-Leuwidamar berada di Desa Lebak Parahiyang dan Desa Cisimeut Induk.
“Sementara masyarakat kami berikan bantuan kedaruratan, bagi yang mengungsi untuk tinggal di rumah saudaranya,” kata mantan anggota DPR RI ini.
Bupati Iti juga memberikan bantuan logistik kedaruratan bagi 14 rumah yang rusak akibat pergeseran tanah di Desa Jagabaya Kecamatan Muncang.
Orang nomor satu di Kabupaten Lebak ini juga meninjau pembangunan jalan yang dilaksanakan melalui Kontrak Tahun Jamak (Multiyears) yaitu ruas jalan Ciminyak-Cigemblong sepanjang 30,25 km dan ruas jalan Cigemblong-Situregen sepanjang 26,3 km.
Pekerjaan yang dimulai tahun 2022 tersebut direncanakan selesai pada triwulan IV tahun 2023.
“Kami berharap dengan terbangunnya jalan tersebut dapat meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Selain itu juga dapat mempermudah pengiriman hasil produksi, memberikan aksesibilitas, membuka isolasi kawasan, dan meningkatkan aksesibilitas jasa pelayanan sosial,” harapnya.
Sementara itu kepala pelaksana BPBD Lebak Feby Rizky Pratama mengatakan, pihaknya meminta warga tetap waspada. Karena berdasarkan prediksi BMKG, saat ini sudah memasuki puncak musim penghujan hingga akhir Februari 2023.
“Tentunya, masyarakat mesti selalu waspada dan siaga akan potensi bencana, walaupun banjir sudah surut. Jangan sampai lengah kalaupun terjadi bencana ikuti arahan dari petugas setempat,” katanya. (*)
Reporter: Nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











