TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID -Pemkot Tangerang Selatan memastikan belum ada laporan terkait kasus ciki ngebul di Tangsel.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, usai terjadinya kasus keracunan pada anak akibat mengkonsumsi ciki ngebul, pihaknya mulai memperketat pengawasan terhadap penggunaan nitrogen cair pada makanan ciku ngebul.
“Saya sudah intruksikan Dinkes Kota Tangsel untuk melakukan upaya pencegahan dan peningkatan kewaspadaan pada penggunaan nitrogen cair untuk makanan,” ujar Benyamin, Jumat, 13 Januari 2023.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, melalui UPTD Puskesmas di seluruh kecamatan terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap produk makanan siap saji, terutama yang menggunakan nitrogen cair.
“Kami juga terus memberikan edukasi kepada pelaku usaha, anak sekolah, restoran, tempat pengelolaan pangan dan masyarakat terhadap bahaya nitrogen cair pada pangan siap saji,” ujarnya, Minggu, 15 Januari 2023.
Allin menegaskan, penambahan nitrogen cair pada makanan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti keracunan, radang dingin dan luka bakar terutama pada beberapa jaringan lunak seperti kulit.
“Selain itu menghirup banyak uap yang dihasilkan dapat memicu kesulitan bernafas yang cukup parah dan dapat menyebabkan tenggorokan terasa seperti terbakar bahkan dapat memicu kerusakan internal organ,” ujar Allin.
Menurut Allin, jika terjadi kasus keracunan ciki ngebul, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau menghubungi hotline Dinas Kesehatan di nomor telepon 119 atau hotline Puskesmas untuk mendapatkan penanganan segera.
“Fasilitas kesehatan kami akan melaporkan kepada kami jika ditemukan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang disebabkan keracunan pangan oleh Nitrogen cair. Dan melalui Sistem kewaspadaan Dini dan Respon pada Surveilans, Dinkes Tangsel akan melaporkan secara berjenjang ke tingkat provinsi sampai dengan ke tingkat pusat,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Aas Arbi












