Wawan menjalankan, jumlah korban bencana yang masuk kategori BNPB sebagai penerima bantuan stimulan itu sebanyak 155 unit. Sedangkan jumlah rumah rusak sedang dan ringan yang masuk data BPBD Pandeglang sebanyak 1.530 unit
“Namun BNPB hanya memberikan bantuan stimulan pada korban bencana yang rumahnya dalam kondisi rusak berat saja. Kalau 155 unit bila dikalikan Rp50 juta kurang lebih totalnya Rp7,75 miliar,” katanya.
Akan tetapi, memang sampai saat ini belum ada kepastian kapan bantuan sudah dijanjikan akan disalurkan. BNPB lebih dulu memberikan bantuan kepada korba bencana di Cianjur.
“Kenapa Cianjur lebih dulu diberikan bantuan mungkin karena memang ramai menyoroti ke sana. Sehingga membuat BNPB ke sana dulu mungkin karena melihat tingkat keparahan dan banyaknya korban,” katanya.
Namun, diungkapkan Wawan, dirinya tidak mengetahui secara pasti kenapa BNPB mendahulukan bantuan ke Cianjur ketimbang kepada warga Pandeglang. Terkait hal ini, ia juga akan segera menemui Bupati Pandeglang Irna Narulita.
“Mau kita sampaikan ke Ibu Bupati, soalnya kan ini menjadi tanda tanya di tengah-tengah masyarakat. Sudah setahun dan sudah lebih dari lima kali dilakukan verifikasi oleh tim gabungan termasuk dari BNPB, namun belum ada progres,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi












