“Volume konsentrasi masyarakat etnis Tionghoa akan meningkat di rumah ibadah, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, tempat wisata, maupun lokasi pemakaman etnis China menimbulkan gangguan Kamtibmas, serta adanya sentimen terhadap warga China yang akan diisukan oleh pihak tertentu dapat menjadi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas Kamtibmas,” kata Sabilul.
Sementara itu, Karoops Polda Banten Kombes Pol Dedi Suhartono mengatakan, terdapat beberapa vihara di wilayah hukum Polda Banten. Sebaran terbanyak ada di wilayah Polres Kota Tangerang.
“Terdapat 28 vihara di wilayah Polda Banten dengan rincian Polresta Serang Kota sebanyak lima vihara, Polres Lebak satu vihara, Polres Pandeglang satu vihara, Polres Cilegon dua vihara, dan Polresta Tangerang sebanyak 19 vihara,” kata Dedi.
Dedi mengatakan, dalam pelaksanaan pengamanan perayaan Imlek, Polda Banten menerjunkan sebanyak 324 personel.
“Terdapat dua cara bertindak yang dilakukan yaitu bertindak secara taktis di antaranya melaksanakan pengaturan lalu lintas, menempatkan personel di titik pengamanan, pemeriksaan terhadap barang bawaan. Kedua, cara bertindak teknis yaitu koordinasi dengan instansi terkait dan panitia penyelenggara, menyiapkan renpam, deteksi dini,” ungkap Dedi.











