“Karena terlihat jelas yang punya kedekatan dengan PPK saja yang bisa lolos menjadi PPS,” ujarnya.
Selain itu, hasil pengumuman kelolosan wawancara pun terlihat senyap tidak disebar di beberapa platform resmi baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau PPK sebagai penyeleksi dari PPS.
“Kalau PPS banyak yang merangkap, banyak indikasi yang akan terjadi ke depan entah ketidakmaksimalan kinerja atau bisa jadi yang lebih mengerikan keberpihakan terhadap suatu unsur atau golongan,” pungkas Ratu Nisya Yulianti.(*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi
Page 2 of 2












