Anthon mengatakan, setelah mendapatkan informasi, DP3AKB Kota Serang langsung mendatangi rumah korban untuk melakukan visum.
“Pelaku sudah diamankan, korban sudah kita datangi, visum, dan mendampingi korban,” katanya.
“Memang kita belum datangkan psikolog, baru mendampingi korban, karena korban tak mengalam trauma dan menganggap biasa-biasa saja,” tambah Anthon.
Anthon mengatakan, kasus serupa pernah terjadi dan ditangani DP3AKB Kota Serang. Salah satu penyebab kasus tersebut sama, bermula dari perkenalan melalui medsos seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya.
“Kebanyakan kasus ini bermula dari kenalan melalui medsos,” katanya.
Kata Anthon, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi bijak menggunakan medsos untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di masyarakat, khusus pada anak sekolah. (*)
Reporter: Fauzan Dardiri
Editor: Agus Priwandono











