CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kereta Api (KA) menjadi alternatif bagi para peziarah makam Syekh Djamaluddin Merak. Alasannya, peziarah cukup berjalan kaki menuju makam keramat tersebut setelah turun di Stasiun KA Merak.
Hanifah salah satunya, ia mengaku menjadikan kereta api sebagai transportasi saat akan berziarah ke makam ulama masyhur tersebut.
“Saya naik kereta dari stasiun Serang. Terus tinggal jalan kaki dari sini (stasiun Merak),” ujarnya kepada Radar Banten di Stasiun Merak, Kamis 2 Februari 2023.

Recana relokasi Stasiun KA Merak ke tempat lain disayangkan Hanifah. Sebab, peziarah harus lebih jauh lagi berjalan jika harus menggunakan bus. Peziarah harus turun di terminal Merak, lalu dilanjutkan berjalan kaki ke makam. Jarak dari terminal ke makam sangat jauh dibandingkan dari stasiun Merak.
Sementara itu, warga lain bernama Titi, mengaku kerap membawa rombongan siswa naik KA untuk belajar di luar kelas.
“Ini Program outing class, mengenal transportasi. Tadi naik di stasiun Cilegon,” ujarnya.
Reporter Bayu Mulyana
Editor : Merwanda











