Nama kandidat dari Kader Partai Demokrat itu Rizki Aulia Rahman Natakusumah. Kemudian dari Partai Golkar Fitron Nur Ikhsan, dari PDIP Eri Suhaeri, dan dari Partai Gerindra Syahruddin.
“Kalau dilihat dari semuanya punya potensi. Orang politik akan menjual pengalaman bagaimana menjabat atau mengelola semasa menjabat,” katanya.
Pengusaha mengelola bagai mana jadi pemimpinan bagi usahanya. Akademisi berbicara membina, mentransformer sivitas akademik yang baik.
“Pelaku seniman berbiacara alangkah indahnya apabila potensi seni di Pandeglang terwujud. Kalau melihat memang putra mahkota (Rizki Aulia Rahman Natakusumah) sering dibicarakan dan di gaungkan oleh beberapa pegawai bahkan kalangan masyarakat, tetapi ini masih pembicaraan belum ada survei yang menyeluruh,” katanya.
Asep mengungkapkan, secara kasat mata memang yang mempunyai kebijakan dan keputusan adalah yang di untungkan. Posisi menentukan prestasi.
“Tetapi ada beberapa orang politik yang sekarang sering terjun di lapangan mulai bantu masyarakat di acara nikahan, kematian bahkan ikut pengajian. Sah_sah saja perpolitikan karena semuanya punya hak yang sama,” katanya.











