“Pada saat kejadian bangunan asrama santri tidak berpenghuni dikarenakan sebelumnya sudah ada retakan tanah dan bangunan sehingga bangunan tersebut dialihgunakan untuk dapur umum santri untuk menghindari timbulnya korban jiwa,” terangnya.
“Untuk kerugiannya kita taksir Rp 100 jutaan,” tambahnya.
Ia mengimbau kepada pengurus ponpes untuk tidak menghuni terlebih dahulu asrama yang berada di sekitar bantaran Sungai Ciujung karena dikhawatirkan ada longsor atau pergeseran tanah susulan. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











