CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon pada Sabtu, 31 Januari 2025, menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) di SMP Negeri 15 Kota Cilegon longsor.
Material tanah dan bangunan TPT tersebut menimpa gedung sekolah hingga mengakibatkan kerusakan parah pada tiga ruang kelas.
Material berupa tanah, beton, dan rangka bangunan tembok penahan tanah menimbulkan kerusakan pada tembok kelas, jendela, dan pelafon sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi sekolah terdampak longsor tersebut.
“Saya crosscheck langsung sekolah yang tertimpa material tanah. Sudah kita survei, ada tiga ruang kelas yang tertimpa,” ujar Robinsar, Minggu, 2 Februari 2026.
Menurutnya, penanganan awal langsung dilakukan dengan melibatkan pihak kontraktor. Pasalnya, pembangunan tembok penahan tanah tersebut masih dalam masa pemeliharaan atau garansi.
“Hari ini sudah langsung turun. Ini masih perawatan dari kontraktor karena masih tahap garansi, jadi mereka langsung turun beresin,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas belajar mengajar di SMPN 15 Cilegon terpaksa dialihkan sementara ke sekolah terdekat demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Intinya sekarang sekolah dialihkan ke sekolah terdekat. Untuk kerugian sendiri belum kita cek secara rinci,” kata Robinsar.
Beruntung, dalam peristiwa longsornya tembok penahan tanah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Selain karena kejadian berlangsung di luar jam sekolah, saat itu juga bertepatan dengan masa libur.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena lagi libur juga,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











