Ia mengaku miris dengan fakta tersebut mengingat ramai disebut jika Kota Cilegon adalah Kota terkaya di Banten.
“Saya kira masih banyak, hanya sekarang beberapa RT/RW baru melaporkan satu itu saja. Ini percontohan yang harus dilakukan oleh RT/RW yang lain di Kecamatan Jombang-Purwakarta dan Kota Cilegon ketika ada hal-hal seperti ini di Kota Cilegon yang notabene kota terkaya tapi masih ada dolbon itu harus kita basmi,” paparnya.
Masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki jamban pun dibenarkan oleh BAZNAS Kota Cilegon. Data itu mengacu pada banyaknya permohonan bantuan untuk pembangunan jamban kepada lembaga pengumpul zakat itu.
Wakil Ketua II BAZNAS Cilegon Habibi Abfat menjelaskan, selain Yusuf, ada lima orang lain yang memohon bantuan jamban di Kecamatan Purwakarta.
Saat ini, menurutnya, permohonan itu sedang diproses oleh pijaknya.
Kemudian, di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon tahun lalu ada 16 keluarga yang tidak memiliki jamban, namun sebagian sudah dibantu oleh pihak industri, delapan lainnya dibantu oleh BAZNAS.
Jumlah bantuan dijelaskan Habibi bervariasi, bergantung hasil survei. Besarannya berkisar dari Rp5 juta hingga Rp10 juta.











