SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten mencatat pada tahun 2022 terdapat 21 kasus gagal ginjal akut di Provinsi Banten. Kasus itu didominasi oleh bayi di bawah lima tahun (balita).
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan Kefarmasian Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Dendi.
Dendi menuturkan, dari 21 kasus itu, 11 di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Dan 10 berhasil sembuh.
“Tahun kemarin ada 21 kasus di Banten, mereka semua dirawat di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta,” kata Hendi kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 9 Februari 2023.
Hendi mengatakan, kasus gagal ginjal akut itu diduga disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jenis sirup.
“Kasusnya berawal dari obat, tapi yang lebih berwenang itu dari BPOM. Karena kita tidak mengawasi peredaran obat,” katanya.











