Menurutnya, awal tahun 2023 pihaknya tidak mendapatkan adanya laporan warga Banten yang terkena kasus gagal ginjal akut.
Katanya, kasus terakhir tercatat di bulan November 2022 saat pertama kali isu soal obat sirup itu mencuat.
“Sebenernya sudah tidak ada kasus, terakhir itu pas di bulan November. Sekarang sudah nihil,” ucapnya.
Melihat angka kasus gagal ginjal akut cukup banyak dan berbahaya, khususnya bagi anak-anak, Hendi mengimbau kepada warga khususnya orang tua untuk lebih berhati-hati saat memberikan obat kepada anaknya.
“Kalau balita atau anak-anak sakit flu atau demam kita perlu tetap membaca kandungan obat supaya aman terutama yang sirop itu aja,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











