Babar menuturkan Pemerintah tidak tinggal diam melihat adanya kenaikan harga pada komoditas pokok itu. Pemerintah sudah melakukan upaya diantaranya yakni bekerjasama dengan bulog untuk melakukan operasi Stabiliasasi Pasokan Harga Pangan (SPHP).
Namun, menurutnya SPHP itu hingga kini belumlah efektif. Dengan harga beras terus mengalami kenaikan dipasaran. Hal itu, diduga disebabkan oleh banyaknya oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan oplos dari beras Bulog ke beras kemasan premium guna mendapatkan keuntungan pribadi semata.
“Saya ga tau berapa ton beras yang sudah dioplos oleh para oknum, tapi yang jelas program SPHP ini belum efektif,” katanya.
Tapi, Babar mengatakan, masyarakat tidak perlu panik akan kenaikan harga beras. Sebab, kenaikan besar hanya pada kemasan premium saja, sedangkan beras curah masih bisa terjangkau diharga Rp9 ribu sampai Rp10 ribu perliter.
“Harga yang naik itu kan yang kualitas premium, yang dalam kemasan. Sedangkan yang beredar di masyarakat itu kan yang curah, jadi masyarakat ga perku khawatir. Masyarakat bisa pilih kualitas beras nya sendiri mau yang pulen atau seperti apa, karena masih ada beras yang diharga Rp9 ribuan,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak










