Sementara itu, untuk karya buku yang kedua adalah ada tapi tak lagi sama. Buku ini berisi lebih ke penerimaan diri dan lain sebagainya, buku kedua ini tidak jauh berbeda dengan karya buku pertamanya dengan menyediakan 1.500 buku.
Perjalanan Wildan dalam menulis berawal dari kegabutan yang dirasakan sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 2020.
Akhirnya ia memiliki ide untuk membuat konten dan menjadi konten kreator. Pada saat itu aplikasi tiktok sangat digemari masyarakat hingga sekarang, nah kemudian ia merealisasikan idenya dengan membuat konten menulis di atas sticky notes, tulisan itu berisi curahan isi hati dan perasaan yang dialaminya.
Nah, ketika akun tiktok yang sudah memiliki 70-100k followers, ternyata ada salah satu penerbit yang tertarik pada konten itu.
Pada akhirnya penerbit itu menawarkan kerjasama melalui dm instagram yang berlanjut ke whats app. Pada suatu waktu mereka bertemu di Mall Of Serang untuk membahas tentang kepenulisan, konsep buku yang mengusung tema self improvement.
Awalnya ia merasa pesimis karena takut tidak ada yang membeli bukunya, namun siapa sangka buku yang ia tulis menjadi salah satu best seller. Hebatnya lagi, buku yang dipasarkannya sudah ke kancah internasional seperti Malaysia, Singapore, dan Tokyo.











