Hal serupa juga telah dilakukan oleh BPBD Lebak. Diketahui di Lebak, ada belasan daerah rawan banjir. Di antaranya, Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, Cimarga, Cibadak, Cileles, Malingping, Wanasalam, Panggrangan, Bayah, Sobang, Cigemblong, Banjarsari Muncang, Cilograng dan Gunungkencana.
Sementara sembilan daerah rawan bencana tanah longsor. Yakni, Kecamatan Lebakgedong, Cipanas, Muncang, Sobang, Cibeber, Gunungkecana, Bojongmanik, Cimarga dan Cigemblong.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Feby Rizky Pratama mengungkapkan, ancaman bencana alam tersebut akibat dampak dari Siklon Tropis Freddy dan fenomena Maden Jullian Oscillation (MJO). “Dan tidak hanya itu, waspada juga gelombang tinggi sampai empat meter di Samudera hindia selatan Banten,” kata Feby kepada Radar Banten, Minggu (12/2).
Bencana alam berupa hujan lebat disertai angin kencang, angin puting beliung, banjir serta longsor harus diwaspadai.
“Khususnya warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam, terutama saat hujan turun di malam hari,” ujarnya.
Feby mengaku terus berkoordinasi dengan camat dan stakeholder lainnya dalam mengantisipasi bencana. “Sehingga, saat terjadi bencana bisa cepat melakukan pertolongan terhadap korban bencana,” tukasnya.











