Berdasarkan penampilan fisik seseorang, sangat rentan terjadi pada fase remaja. Hal ini sangat berdampak besar bagi kesehatan mental. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, prevelansi gangguan mental pada remaja dengan gejala depresi dan kecemasan sampai 6,1 persen, atau setara dengan 11 juta orang.
“Gangguan kesehatan mental ini terjadi kepada orang di berbagai rentan usia termasuk remaja, data Riskesdas 2018 tersebut menunjukkan data usia 15 sampai 24 tahun, ada prevalensi terjadi kecemasan dan depresi sebesar 6,1 persen,” katanya melalui tayangan youtube di chanel dr Vivi.
Menurutnya, usia remaja merupakan fase mencari identitas diri. Jadi, amat penting untuk diperhatikan kesehatan mentalnya.
Penyebab terjadinya gangguan kesehatan mental ada multifactorial, seperti biologis dan psikologis, serta faktor sosial. Ketiga faktor ini, kalau bergabung jadi satu bisa menimbulkan kondisi mental tertentu seperti kecemasan dan depresi.











