JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Kereta Rel Listrik (KRL) alias Commuterline saat ini telah menjadi moda transportasi unggulan yang digandrungi seluruh masyarakat.
Selain karena praktis, harga tarif KRL yang ekonomis mulai dari harga Rp 3.000 telah membuat KRL menjadi andalan masyarakat, khususnya masyarakat tingkat ekonomi kelas bawah alias masyarakat akar rumput untuk bepergian keluar kota.
Anne Purba VP Corporate Secretary KAI Commuter mengatakan, selain membantu mobilisasi masyarakat, KRL juga turut andil dalam membantu pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di kota-kota yang terjangkau kereta berbasis listrik tersebut.
Terlebih lagi, dari profil pengguna KRL sejauh ini, sebagian besar adalah masyarakat yang memiliki kepentingan dengan aktivitas ekonomi. Selain digunakan kalangan pekerja kantoran, KRL juga digunakan oleh masyarakat pekerja informal.
“Tak terkecuali pekerja perempuan dan masyarakat akar rumput yang berasal dari berbagai daerah penyangga, seperti Rangkasbitung, Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, dan Cikarang. Kelompok masyarakat ini pun selama ini merasakan dampak kehadiran KRL dalam membantu kegiatan perekonomian,” kata Anne dalam siaran pers yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, Senin 27 Februari 2023.
Sebagai catatan, sebagian besar penumpang dari daerah penyangga itu mengandalkan KRL untuk memasuki Jakarta, selain karena tarif KRL yang sangat terjangkau, juga akses masyarakat ke stasiun-stasiun pun mudah. Sebut saja dari Rangkasbitung ke Tanah Abang, sepanjang lintas itu saja terdapat 17
stasiun yang seluruhnya aktif menjadi titik menjembatani masyarakat untuk ke Jakarta.











