Sering marah juga dapat meningkatkan risiko terkena serangan stroke. Kondisi ini terjadi akibat bekuan darah ke otak atau pendarahan di dalam otak naik menjadi lebih tinggi setelah ledakan amarah.
Luapan emosi berlebih juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh selama enam jam dalam kadar antibodi imunoglobulin A, yaitu garis pertahanan pertama sel melawan infeksi.
Organ dalam tubuh seperti paru-paru juga bisa terkena dampat akibat emosi. Orang yang sering marah memiliki kapasitas paru-paru yang memburuk secara signifikan dan meningkatkan risiko mengalami masalah pernapasan.
Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melampiaskan kemarahan, bisa dengan cara memukul benda tetali. Harus diperhatikan juga agar tidak sampai melukai diri sendiri dan orang lain. Caranya bisa dengan bermain badminton, tenis, basket, voli, dan lainnya ketika sedang marah.
Bisa juga dengan cara menuliskan ke dalam kertas semua keluh kesah yang menyebabkan rasa emosi atau membicarakan persoalan yang ada kepada teman atau kerabat yang dinilai bisa membantu memecahkan persoalan yang dihadapi. (dib/don)











