Persoalan tersebut apabila tidak segera ditangani tentunya akan menyebabkan persoalan panjang bagi kesehatan. Oleh karena itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola rasa marah agar tidak mengganggu kesehatan dan pikiran.
Langkah pertama, bisa dengan menarik napas dalam-dalam selama beberapa saat dan berbicara kepada diri sendiri mengenai hal positif, supaya otak bisa merespons dan meredam emosi yang bergejolak.
Selanjutnya, tidak dibenarkan melampiaskan rasa marah dengan mengonsumsi minuman beralkohol atau obat terlarang, karena bisa menambah buruk bagi kesehatan.
Selain menahan marah, meluapkan kemarahan atau sering emosi juga tidak terlalu baik bagi kesehatan karena bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Karena, kemarahan memicu perubahan fisiologis yang memengaruhi darah, sehingga dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau masalah terkait untuk sementara.
Kemarahan menyebabkan keluarnya hormon stres seperti adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah naik. Kemarahan juga membuat darah lebih mungkin menggumpal, yang sangat berbahaya bila arteri menyempit oleh plak yang mengandung kolesterol.











