Pada program itu, pihaknya secara berkala memberikan asupan protein kepada ribuan siswa di daerah-daerah itu.
“Jadi pada program itu kita memberikan asupan gizi berupa makanan berprotein tinggi setiap hari selama tiga bulan. Dan itu ternyata berhasil, dari 25.000 siswa, 75 persennya berubah status gizinya jadi baik,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga turut melakukan edukasi ke tingkatan Posyandu-posyandu tentang cara pencegahan stunting.
“Jadi penanganan stunting sudah kita lakukan sejak dulu, di tahun 2018 tepatnya dan terus berjalan hingga sekarang,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, JAPFA yang sudah berdiri sejak tahun 1971 ini secara konsen terus menjaga dan meningkatkan kualitas produk khususnya dalam pemenuhan protein hewani. Sebab, menurutnya, protein hewani sangat penting karena merupakan gizi yang tidak bisa tergantikan. Protein itu, katanya, turut jadi faktor pendukung pertumbuhan anak-anak di Indonesia.











