Kata dia, kegiatan ini masuk dalam perspektif pencegahan dan membangun sistem nilai yang harus ditanamkan sejak dini kepada siswa.
Untuk itu, penggiat antikorupsi di Banten menghadirkan para siswa siswi SMA, SMK, dan SMP serta para guru.
“Kita harap ini bagian langkah-langkah preventif pencegahan dan acara ini tersambung dengan KPK di Kuningan, Jakarta, khususnya di Deputi Pencegahan,” tutur Al.
Setelah launching ini, ia mengatakan, tentu akan implementatif di dalam tingkatan para siswa. Mereka nanti sudah tercermin secara teknis yang disebut anti korupsi. Mungkin ada siswa yang menjadi bendahara kelas, sehingga sudah mulai tertanam semangat antikorupsinya atau justru mengingatkan orang tua dan lingkungannya.
Meskipun launching ini hanya diikuti sebagian kecil pelajar di Banten, tapi Al mengaku kegiatan ini akan dimasifkan.
“Kan ada penggiat anti korupsi dengan segala elemennya, itu secara terus menerus digiatkan,” tuturnya.
Bahkan secara terstruktur, pihaknya juga menitipkan kepada guru dan kegiatan ini tersambung secara online beberapa sekolah ada yang mengikuti daring.
“Itu harus digiatkan secara masif,” tegas Al. (*)
Reporter: Rostinah
Editor: Agus Priwandono












